Ekonomi dan Bisnis. Pertumbuhan pendapatan usaha untuk seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diperkirakan akan meningkat 15,12%. Angka tersebut dihasilkan berdasarkan perbandingan antara prognosa pendapatan usaha 2010 dan pendapatan usaha dari RKAP 2011.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri BUMN, Mustafa Abubakar di kantornya, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta (28/1).
"Dari sisi pendapatan usaha, untuk RKAP 2011 ditargetkan akan menghasilkan sebesar Rp 1.294,37 triliun," kata Mustafa.
Dia menjelaskan, pendapatan usaha yang ditargetkan sebesar Rp 1.294,37 triliun tersebut, mengalami peningkatan sebanyak 15,12% dari prognosa pendapatan usaha 2010 sebesar Rp 1.124,33 triliun.
"Secara keseluruhan, kinerja keuangan tumbuh. Tahun 2011, kinerja peningkatan keuangan masih diatas 10% kecuali belanja modal dan belanja operasional. Untuk 2011, target penerimaan negara di bagian laba dianggarkan sebesar Rp27,5 triliun untuk deviden," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jika dilihat persektor akan terlihat hampir seluruh sektor menunjukkan pertumbuhan positif, baik dari 2010 maupun 2011. Sektor dengan pertumbuhan terbesar adalah energi," kata Mustafa.
Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2010, BUMN dari tiga sektor yakni energi, perbankan dan telekomunikasi berhasil mencetak laba terbesar. BUMN energi masih menjadi juara, dengan total prognosa laba tahun 2010 diprediksi mencapai Rp 36,05 triliun.
"Untuk laba bersih BUMN persektor, paling besar disumbangkan oleh sektor energi, perbankan, dan telekominikasi," jelas Mustafa.
08:22
Unknown

0 comments:
Post a Comment
Sislahkan tinggalkan sedikit saran, kritikan atau pendapat anda mengenai berita diatas. Berkomentarlah dengan bijak. Terimakasih