Saturday, 29 January 2011

Cegah Inflasi, BI Rate Ancam Sektor Riil

Ekonomi dan Bisnis. Bank Indonesia (BI) diharapkan tidak serta merta menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) jika memang laju inflasi terus mengalami tekanan.

Kekhawatiran terhadap ancaman krisis pangan dan krisis energi tidak bisa dipungkiri membayangi perekonomian 2011. Pengamat ekonomi dari Econit, Dr. Henry Suparni mengungkapkan, inflasi nasional yang mencapai 6,96% lebih banyak terjadi karena sektor riil dan bukan sektor keuangan.

Menurut Henry, kenaikan suku bunga memang bisa menekan laju inflasi, namun justru sektor riil akan terpuruk karena hantaman kenaikan tersebut. Padahal negara-negara lain justru berupaya menurunkan suku bunga, sehingga inilah yang harus dilakukan terutama untuk menahan aliran hot money dari luar negeri.

"Menaikkan BI Rate akan mengancam sektor riil. Ditambah lagi aliran dana dari luar akan semakin menggelembung, padahal kita sedang berupaya untuk mengontrol devisa. Tapi kita lihat saja karena investor dari sektor keuangan pasti akan bermanuver apapun caranya supaya BI Rate bisa naik," jelas Henry usai acara Prospek Perekonomian 2011 yang digelar Perbamida Jateng-DIY di Patra Semarang  Convention Hotel, Kamis (27/1).

Manatan Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah menilai, kenaikan BI Rate bukan satu-satunya solusi untuk menahan laju inflasi. Banyak pertimbangan untuk itu dan disinergikan dengan kebijakan fisikal dan moneter seperti aturan giro wajib minimum (GWM). "Perlu cari cara lain untuk tidak menaikkan BI Rate. Agak dilema juga kalau tetap dipertahankan pengaruhnya ke pasar domestik dan pemasukan modal," ujar Burhanuddin.

Terpisah, ekonom yang juga Komisaris Independen Bank Permata, Tony Prasetiantono menuturkan, Indonesia terlalu euforia dengan inflasi 2009 yang hanya 2,78%. Banyak yang mengira kenaikkannya hanya dikisaran 5-5,3%, tapi kenyataannya akhir tahun 2010 di level 6,96%.

Ancaman inflasi dari luar seperti harga minyak juga dikhawatirkan mendorong laju inflasi.


0 comments:

Post a Comment

Sislahkan tinggalkan sedikit saran, kritikan atau pendapat anda mengenai berita diatas. Berkomentarlah dengan bijak. Terimakasih